Bedah DIPA dan Penyusunan RPD KKMI Ngawi Tahun 2026
HARTO | 04 Februari 2026 | Dibaca 56 kali | KEMENAG NGAWI

Bedah DIPA dan Penyusunan RPD KKMI Ngawi Tahun 2026

NGAWI — Kegiatan Bedah DIPA dan Penyusunan Rencana Penarikan Dana (RPD) KKMI Kabupaten Ngawi Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Ngawi, Pujianto, bertempat di RM Notosuman, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, Bendahara, dan Operator dari MIN 1 hingga MIN 14 se-Kabupaten Ngawi. Hadir sebagai narasumber dari Bagian Perencana Kemenag Ngawi, yakni Sartono, Visda Khoirul Abidin, dan Ribeta Yuda.

Dalam sambutannya, Pujianto menekankan pentingnya kehati-hatian satuan pendidikan dalam pengelolaan anggaran BOS, khususnya terkait validitas data siswa dan alokasi dana. Ia mengingatkan bahwa secara regulasi, besaran BOS dihitung berdasarkan jumlah peserta didik dengan nominal tertentu, namun dalam praktik sering dijumpai ketidaksesuaian realisasi.


Pujianto juga menegaskan agar seluruh madrasah mematuhi Petunjuk Teknis BOS sesuai Surat Edaran Dirjen Pendis Nomor 2067 Tahun 2026, termasuk larangan penggunaan dana di luar 13 komponen yang telah ditetapkan. Selain itu, penyusunan RPD harus dilakukan secara tepat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Pemanfaatan anggaran harus sesuai ketentuan, dan RPD disusun secara cermat agar pelaksanaan berjalan tertib dan akuntabel,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Pujianto memberikan apresiasi kepada madrasah yang telah menunjukkan prestasi dan tata kelola yang baik. Ia menyampaikan pesan reflektif bahwa kebaikan perlu dikelola secara terorganisir, karena kebaikan yang tidak terorganisir dapat dikalahkan oleh keburukan yang terorganisir.

Sementara itu, sebelumnya Ketua KKMI Kabupaten Ngawi, Ahmad Agus Affandi, menyampaikan harapannya agar pelaksanaan anggaran yang telah mulai dicairkan dapat berjalan lancar tanpa kesalahpahaman. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara seluruh unsur pelaksana agar kegiatan berjalan sesuai aturan.

Kegiatan ditutup dengan doa agar seluruh rangkaian pelaksanaan membawa kebaikan dan kebermanfaatan, serta penegasan kepada para operator untuk selalu berkoordinasi dengan kepala madrasah. (SN)

BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin