Kemenag Ngawi Gelar Rakor Penentuan Awal Ramadan, Zakat Fitrah, dan Awal Syawal 1447 H
HARTO | 10 Februari 2026 | Dibaca 27 kali | KEMENAG NGAWI

Kemenag Ngawi Gelar Rakor Penentuan Awal Ramadan, Zakat Fitrah, dan Awal Syawal 1447 H

NGAWI – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penentuan Awal Ramadan (Puasa) 1447 Hijriah, Besaran Zakat Fitrah, Fidyah, serta Awal Syawal 1447 H, bertempat di Media Centre Kemenag Ngawi, Selasa (10/2/2026).

Rakor dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Moh. Ersat, didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Pujianto,Kasi Bimas Islam Chusnul Amin dengan moderator Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Penzawa) Lukman Hakim.


Kegiatan ini dihadiri oleh unsur lintas instansi dan organisasi keagamaan, meliputi Kementerian Agama Kabupaten Ngawi, Pengadilan Agama Kabupaten Ngawi, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Ngawi, Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ngawi, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Ngawi, Muhammadiyah Kabupaten Ngawi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ngawi, Takmir Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Ngawi, Lazis NU, serta Lazis Muhammadiyah.


Rakor dilaksanakan sebagai upaya menyamakan persepsi dan memberikan kepastian bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H, sekaligus memperkuat sinergi antar-lembaga dalam pengelolaan zakat dan fidyah.

Melalui pembahasan yang mengacu pada ketentuan fiqih Islam serta kondisi sosial ekonomi masyarakat, rapat koordinasi ini menetapkan sejumlah keputusan, antara lain:

Umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan sesuai dengan ketentuan fiqih Islam.

Besaran fidyah bagi orang yang tidak berpuasa karena sakit permanen, usia lanjut, atau sebab lain yang tidak memungkinkan untuk mengqadha puasa ditetapkan sebesar 1 mudh setara dengan 7 ons beras beserta lauk pauknya, atau dapat diganti dengan uang sebesar Rp15.000,- (lima belas ribu rupiah) per hari, yang disalurkan kepada fakir miskin.

Zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok sebesar 1 sha’ setara dengan 3 kilogram, atau dapat diganti dengan uang sebesar Rp45.000,- (empat puluh lima ribu rupiah). Zakat fitrah dapat ditunaikan sejak awal Ramadan dan wajib disalurkan dalam bentuk beras kepada mustahik zakat paling lambat sebelum pelaksanaan Shalat Idulfitri.

Penetapan awal Ramadan dan 1 Syawal 1447 H mengikuti hasil Sidang Isbat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Seluruh umat Islam diimbau untuk menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Syawal dengan tetap mengedepankan nilai Ukhuwwah Islamiyah, Ukhuwwah Wathaniyah, dan Ukhuwwah Basyariyah.

Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

Dengan adanya keputusan ini, diharapkan pelaksanaan ibadah Ramadan, penyaluran zakat, serta perayaan Idulfitri di Kabupaten Ngawi dapat berjalan tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan.


BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin