Lantik 94 Pejabat, Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Partisipatif
HARTO | 21 April 2026 | Dibaca 47 kali | KEMENAG NGAWI

Lantik 94 Pejabat, Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Integritas dan Kepemimpinan Partisipatif

Sidoarjo (Humas) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, melantik 94 pejabat di Aula Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (21/4).

Pejabat yang dilantik terdiri atas lima pejabat fungsional pranata humas, dua pejabat fungsional penyuluh hukum, 80 guru dengan tugas tambahan sebagai kepala madrasah, dan tujuh kepala urusan tata usaha madrasah di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Timur.


Dalam sambutannya, Bahtiar menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam proses pengangkatan jabatan. Ia mengingatkan agar seluruh pejabat yang dilantik menghindari praktik pemberian dalam bentuk apa pun.


“Dalam pengangkatan jabatan ini, hindari pemberian dari dan kepada siapa pun. Jika hal tersebut terjadi, maka surat keputusan (SK) akan dievaluasi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelantikan yang diterima para pejabat merupakan kehendak Tuhan, bukan karena intervensi pihak tertentu. Oleh karena itu, para pejabat diminta tidak mempercayai pihak-pihak yang mengklaim berjasa atas pelantikan tersebut.

Selain itu, Bahtiar mengajak para pejabat untuk menumbuhkan keyakinan atas kapasitas dan kapabilitas diri dalam menjalankan amanah. Menurutnya, keyakinan akan melahirkan harapan dan mendorong upaya untuk memberikan kinerja terbaik.

“Tanpa keyakinan, kita hanya berjalan tanpa arah dan tujuan. Maka keyakinan harus selalu hadir di mana pun kita ditempatkan,” ujarnya.

Terkait penempatan jabatan, Bahtiar memastikan bahwa seluruh keputusan telah melalui pertimbangan matang pimpinan dan bukan didasarkan pada kepentingan pribadi. Ia meminta para pejabat untuk menerima penugasan dengan sikap positif, termasuk jika ditempatkan jauh dari tempat tinggal.

“Di mana pun Anda ditempatkan, itu adalah yang terbaik menurut kehendak Allah. Jangan berprasangka buruk,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bahtiar menekankan pentingnya kemampuan adaptasi dan keterbukaan terhadap masukan. Ia mengingatkan bahwa proses adaptasi yang baik mencerminkan kecerdasan individu, serta perlunya mendengarkan saran tanpa kehilangan kendali dalam pengambilan keputusan.

Dalam konteks kepemimpinan, ia mendorong penerapan pendekatan partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi akan menciptakan tanggung jawab kolektif dan memperkuat pelaksanaan tugas.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Tinggalkan pola pikir ‘ superman ’ dan beralih ke ‘ super team ’. Libatkan semua pihak agar tugas dan tanggung jawab dapat dijalankan dengan lebih ringan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu melindungi, menghargai, dan mendengarkan bawahannya, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat yang baru dilantik untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kinerja organisasi di lingkungan Kanwil Kemenag Jawa Timur.(elk)


BAGIKAN :



Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin