Perkuat Literasi, Kankemenag Ngawi Dukung Pelestarian Naskah Kuno
NUR ASFARINA FRIDA SAFITRI | 12 Februari 2026 | Dibaca 48 kali | KEMENAG NGAWI

NGAWI - Upaya menjaga warisan intelektual dan khazanah keilmuan umat terus diperkuat. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngawi bersinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi menggelar Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno di BP Al Falah Kankemenag Ngawi. Kegiatan ini diikuti oleh 113 peserta yang merupakan perwakilan dari pondok pesantren dan yayasan pendidikan Islam se-Kabupaten Ngawi, Kamis (12/02/2026).


Kasubbag TU Kankemenag Ngawi, Pujianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa manuskrip kuno di lingkungan pondok pesantren merupakan aset berharga yang perlu dirawat dan dijaga keberlangsungannya.

“Dalam konteks manuskrip kuno di pondok pesantren, pelestarian memang perlu terus digalakkan. Teman-teman pesantren sudah sangat memahami bagaimana mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik lagi. Manuskrip kuno memudahkan kita bercermin dari masa lampau untuk kemudian diadaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pendidikan di Kementerian Agama. Menurutnya, pendidikan yang meaningful harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai luhur masa lalu dengan kebutuhan masa kini.

“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga nilai. Apa yang baik di masa lampau kita rawat dan kembangkan, lalu kita sesuaikan dengan kondisi sekarang agar menjadi pijakan perbaikan di masa mendatang,” tambahnya.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi, Triana Wijaya Kusumawati, S.E., menyampaikan bahwa naskah kuno memiliki peran penting karena memuat catatan sejarah, budaya, serta pemikiran masa lalu yang sangat berharga.

Ia menjelaskan bahwa naskah kuno adalah dokumen yang telah berusia minimal 50 tahun. Saat ini, banyak naskah dalam kondisi rapuh dan mengkhawatirkan, sehingga membutuhkan perhatian serius. Apabila masyarakat atau lembaga menemukan naskah kuno, diharapkan segera melaporkannya agar dapat diproses dan ditindaklanjuti secara tepat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif untuk menjaga naskah kuno dari kerusakan maupun kepunahan. Selain memperkuat literasi, pelestarian naskah kuno juga menjadi upaya menjaga identitas dan warisan intelektual ulama, serta memperkuat fondasi pendidikan berbasis nilai di lingkungan pondok pesantren.

BAGIKAN :